Norwegia Usul Larang Sementara Kacamata AI di Ruang Publik

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:19:31 WIB
Pemerintah Norwegia mengusulkan larangan sementara penggunaan kacamata AI di sejumlah ruang publik.

BENGKULU — Pemerintah Norwegia mengumumkan proposal larangan sementara penggunaan kacamata AI di sejumlah ruang publik sejak 5 Oktober 2026. Aturan ini menyasar taman, pantai, museum, pusat perbelanjaan, hingga sekolah dan taman bermain, dengan alasan risiko perekaman tanpa persetujuan. Usulan belum berstatus undang-undang, tetapi pemerintah minoritas Norwegia berencana segera mengajukannya ke parlemen.

Menteri Digitalisasi dan Tata Kelola Publik Norwegia, Torgeir Micaelsen, menyatakan kekhawatirannya terhadap teknologi wearable yang memungkinkan perekaman diam-diam. Ia menegaskan bahwa risiko orang difoto, direkam video, atau direkam audio tanpa menyadarinya menjadi dasar utama proposal ini.

Lokasi yang Menjadi Sasaran Larangan

Proposal ini tidak melarang kacamata AI secara total. Pembatasan difokuskan pada tempat-tempat di mana orang sering berkumpul, seperti taman, pantai, museum, pusat perbelanjaan, dan acara publik. Beberapa lokasi yang lebih sensitif terhadap privasi juga masuk dalam daftar, termasuk sekolah, taman bermain, dan klub remaja.

Pemerintah Norwegia menekankan bahwa penggunaan pribadi masih akan diizinkan. Selama tidak ada orang lain yang berisiko terekam tanpa persetujuan, perangkat ini tetap boleh digunakan.

Perangkat Apa Saja yang Terdampak

Para pejabat belum memutuskan secara pasti perangkat mana yang akan terkena aturan ini. Mereka masih mempertimbangkan apakah larangan berlaku untuk kacamata dengan kamera dan perekam audio, kacamata dengan kamera dan fitur AI, atau teknologi lain yang dikenakan di tubuh dengan kemampuan serupa.

Ketidakpastian ini membuat cakupan aturan masih terbuka. Pemerintah ingin memastikan regulasi tidak salah sasaran sebelum dibawa ke parlemen.

Konteks Pengawasan Kacamata AI Meta

Usulan Norwegia muncul di tengah meningkatnya pengawasan terhadap privasi terkait kacamata AI Meta dan perangkat wearable lain yang dilengkapi kamera. Sejumlah pihak menilai teknologi ini berpotensi melanggar hak privasi orang di ruang publik.

Norwegia belum memiliki undang-undang yang secara spesifik mengatur teknologi yang dikenakan di tubuh. Karena itu, pemerintah minoritas Norwegia berencana mengajukan rancangan undang-undang ke parlemen sesegera mungkin.

Langkah Selanjutnya

Kelompok ahli tengah meneliti bagaimana teknologi wearable harus diatur di masa mendatang. Hasil kajian ini akan menjadi dasar apakah larangan sementara diperpanjang, diperluas, atau diubah menjadi aturan permanen.

Jika disetujui parlemen, Norwegia akan menjadi salah satu negara pertama yang menerapkan pembatasan spesifik terhadap kacamata AI di ruang publik. Keputusan final masih menunggu proses legislasi yang belum dijadwalkan pasti.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top