BINTUHAN — Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kaur pada 2025 mencapai 4,61% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini dihitung dari produk domestik regional bruto (PDRB) harga konstan yang naik dari Rp2,61 triliun pada 2024 menjadi Rp2,73 triliun pada 2025.
Data BPS menunjukkan, dari total 17 lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi motor utama dengan lonjakan 12,07%. Disusul industri pengolahan yang tumbuh 10,21% dan jasa lainnya sebesar 9,71%.
Pertumbuhan sektor akomodasi dan makan minum yang mencapai dua digit mengindikasikan geliat pariwisata dan aktivitas masyarakat di Kaur yang kian menggeliat. Sektor ini tumbuh jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi daerah.
Tak hanya itu, jasa keuangan dan asuransi juga mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 9,02%. Sementara sektor informasi dan komunikasi tumbuh 8,77%, serta transportasi dan pergudangan naik 8,48%.
Menariknya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Kaur hanya tumbuh 4,02%. Angka ini berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor pertambangan dan penggalian tumbuh sedikit lebih tinggi di angka 4,22%.
Adapun sektor dengan pertumbuhan paling rendah adalah pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang yang hanya naik 0,03%. Disusul administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib yang tumbuh 1,34%.
Selain pengadaan air dan administrasi pemerintahan, sektor perdagangan besar dan eceran—yang biasanya menjadi indikator utama konsumsi masyarakat—hanya tumbuh 2,75%. Sektor konstruksi juga tumbuh rendah di angka 3,12%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun sektor jasa dan pengolahan tumbuh pesat, sektor riil seperti pertanian dan perdagangan masih perlu dorongan lebih agar pertumbuhan ekonomi Kaur lebih merata dan berkelanjutan.