Pencarian

Lapas Perempuan Bengkulu Panen Kangkung dari Lahan Terbatas, Warga Binaan Bekali Diri dengan Keterampilan Bercocok Tanam

Senin, 24 Agustus 2026 • 18:21:31 WIB
Lapas Perempuan Bengkulu Panen Kangkung dari Lahan Terbatas, Warga Binaan Bekali Diri dengan Keterampilan Bercocok Tanam
Warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu memanen kangkung hasil budidaya di lahan terbatas lingkungan lapas.

BENGKULU — Lahan terbatas tidak menghentikan Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu untuk mengembangkan program ketahanan pangan. Jajaran lapas bersama warga binaan memanfaatkan ruang kosong di lingkungan sekitar untuk membudidayakan tanaman kangkung hingga berhasil dipanen.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian. Para warga binaan terlibat langsung dalam proses penanaman, perawatan, hingga pemanenan dengan pendampingan dari petugas.

Keterampilan Baru bagi Warga Binaan

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Bengkulu, Suci Winarsih, menyebut keterbatasan lahan justru memicu kreativitas pihaknya dalam menghadirkan kegiatan produktif. Budidaya kangkung dinilai bukan sekadar upaya menghasilkan bahan pangan, melainkan juga sarana membekali warga binaan dengan pengalaman kerja.

“Kami terus berupaya memanfaatkan setiap ruang yang tersedia agar tetap memberikan manfaat. Kegiatan budidaya kangkung ini bukan hanya tentang menghasilkan tanaman pangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan dan pengalaman yang dapat mereka manfaatkan,” ujar Suci.

Proses bercocok tanam mengajarkan alur pengelolaan tanaman secara utuh. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab turut ditanamkan melalui rutinitas harian ini.

Hasil Panen Jadi Bukti Lahan Sempit Tetap Produktif

Keberhasilan panen kali ini menunjukkan bahwa lahan yang sempit tetap bisa dioptimalkan dengan pengelolaan yang baik. Aktivitas ini juga memberikan kesibukan positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memberikan dampak nyata bagi warga binaan. Mereka belajar bekerja secara teratur, merawat tanaman dengan penuh tanggung jawab, sekaligus melihat hasil dari usaha yang mereka lakukan sendiri,” kata Suci.

Suci berharap program serupa dapat terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Menurutnya, pembinaan di lapas diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keahlian yang berguna setelah mereka bebas nanti.

“Harapannya, keterampilan yang mereka dapatkan di sini tidak berhenti selama menjalani pembinaan. Setelah kembali ke masyarakat, mereka bisa mengembangkan kemampuan tersebut secara mandiri dan menjadi lebih produktif,” pungkasnya.

Follow www.bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bengkulutoday.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks