BENGKULU — Warga binaan Rutan Kelas IIB Bengkulu bakal memperoleh akses pendidikan formal melalui program kesetaraan yang digarap bersama PKBM Ilmu Bunda. Kerja sama ini mencakup penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, serta program literasi dan keterampilan bersertifikat.
Perjanjian kerja sama ditandatangani langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Tomy Yulianto, dan Ketua PKBM Ilmu Bunda, Julio Purnomo, SKM. Langkah ini diambil untuk memastikan warga binaan tidak kehilangan haknya untuk terus belajar meski berada di dalam tahanan.
Tomy Yulianto menegaskan bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam sistem pembinaan pemasyarakatan. Melalui program ini, warga binaan diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk memulai hidup baru setelah bebas nanti.
"Kami berkomitmen memberikan kesempatan kepada seluruh warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Melalui kerja sama dengan PKBM Ilmu Bunda ini, kami berharap warga binaan memperoleh bekal pendidikan dan keterampilan yang bermanfaat sebagai modal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana," ujar Tomy.
Julio Purnomo menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk mereka yang tengah menjalani pembinaan di dalam rutan.
Pihaknya berkomitmen mendukung pelaksanaan program pendidikan secara berkelanjutan di lingkungan Rutan Bengkulu. Dengan begitu, proses belajar mengajar bisa berjalan rutin dan terstruktur, bukan hanya kegiatan seremonial belaka.
Kerja sama ini menjadi bukti nyata sinergi antara Rutan Bengkulu dan PKBM Ilmu Bunda dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan nonformal. Program keterampilan bersertifikat yang dihadirkan diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri warga binaan.
Melalui kolaborasi ini, Rutan Kelas IIB Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang berkualitas, humanis, dan berkelanjutan. Tujuan akhirnya jelas: membentuk warga binaan yang mandiri, produktif, dan bertanggung jawab ketika kembali berintegrasi dengan masyarakat.