BENGKULU — Ratusan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu mengikuti apel pagi yang dirangkaikan dengan pembukaan Pekan Disiplin di halaman utama kantor, Kamis (06/08). Apel yang dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.KPLP) Hilmawan Indra Waskito itu turut dihadiri Kalapas Julianto Budhi Prasetyo beserta jajaran struktural.
Dalam amanatnya, Hilmawan menegaskan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas seremonial belaka. Momen ini dimanfaatkan untuk membangun komitmen bersama menjaga disiplin, meningkatkan tanggung jawab, serta memperkuat sinergi antarpegawai.
"Kedisiplinan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan organisasi yang profesional dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya di hadapan peserta apel.
Setelah apel usai, kegiatan berlanjut ke latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang menjadi rangkaian inti Pekan Disiplin. Latihan ini dirancang untuk membentuk sikap disiplin, meningkatkan kekompakan, menumbuhkan jiwa korsa, serta melatih ketangkasan dan kesiapsiagaan pegawai dalam menjalankan tugas harian.
Hilmawan menambahkan bahwa latihan PBB bukan hanya soal gerakan fisik. Ia menilai kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk menyamakan persepsi dan membangun mentalitas yang tangguh bagi para petugas pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyo, menyampaikan bahwa Pekan Disiplin merupakan langkah nyata dalam membangun budaya kerja PRIMA di lingkungan Lapas Bengkulu. Menurutnya, penguatan disiplin berbanding lurus dengan peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat maupun warga binaan.
"Budaya kerja PRIMA harus dimulai dari kedisiplinan setiap individu. Melalui apel pagi dan latihan baris berbaris, kita ingin membentuk pegawai yang memiliki integritas, tanggung jawab, loyalitas, serta mampu bekerja secara profesional dan solid dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan," kata Julianto.
Kegiatan ini menjadi penegas komitmen Lapas Kelas IIA Bengkulu dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berorientasi pada pelayanan PRIMA. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang tengah mendorong tata kelola pemasyarakatan lebih profesional, akuntabel, dan berintegritas.
Dengan adanya Pekan Disiplin, jajaran Lapas Bengkulu diharapkan semakin siap menghadapi tantangan tugas, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Penguatan mental dan fisik melalui kegiatan semacam ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas pelayanan publik di institusi tersebut.