15 Pusat Belanja Buah Tangan Ekonomis di Medan, Lengkap dengan Data Teknisnya

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:49:30 WIB
15 Pusat Belanja Buah Tangan Ekonomis di Medan, Lengkap dengan Data Teknisnya

Sejumlah 15 destinasi berbelanja oleh-oleh murah tersebar di Medan, mulai dari Pusat Pasar yang berdiri sejak 1 Maret 1933, hingga bandara Kualanamu International Airport sebagai lokasi belanja terakhir sebelum terbang. Setiap tempat menyajikan produk unggulan dengan rentang harga yang bervariasi, termasuk dua komoditas ikonik yang dicatat oleh Pemerintah Kota Medan sebagai produk unggulan UMKM, yaitu ikan teri Medan dan sirup markisa.

Dengan luasnya pilihan tersebut, wisatawan yang baru selesai menikmati kuliner dan destinasi kota tidak akan kesulitan menemukan pusat oleh-oleh. Lokasi belanja yang bisa dikunjungi pun beragam, dari toko khusus makanan yang menjual bika ambon, bolu gulung, hingga galeri kain ulos, pasar tradisional, dan mal modern. Produk-produk khas Sumatera Utara seperti kopi Sidikalang, dodol durian, serta lemang juga turut melengkapi daftar buah tangan yang dapat dibawa pulang.

Karena Medan dikenal dengan kekayaan kuliner dan budaya yang kuat, berbelanja oleh-oleh bukan sekadar transaksi, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata. Pemerintah Kota Medan secara resmi bahkan telah menetapkan ikan teri dan sirup markisa sebagai produk unggulan UMKM yang paling banyak dicari wisatawan. Selain itu, kain ulos dengan nilai budaya Batak yang kental juga menjadi primadona bagi pembeli yang mencari suvenir nonmakanan.

Rekomendasi Pusat Oleh Oleh Murah di Medan

Untuk berbelanja secara praktis dan tidak menguras kantong, pemilihan tempat yang tepat menjadi kunci utama. Berikut 15 rekomendasi pusat oleh-oleh murah yang bisa dimasukkan dalam daftar kunjungan.

1. I Love Medan

Bagi yang mencari cendera mata dengan desain identitas kota, I Love Medan adalah pilihan yang tepat. Toko ini menjual kaus, tas, gantungan kunci, dan pakaian dengan ikon Medan yang khas. Suvenir nonmakanan seperti ini tidak perlu khawatir soal kedaluwarsa, dan desain landmark kota membuatnya terasa personal.

Meski begitu, sebelum membeli dalam jumlah banyak, pembeli perlu membandingkan ukuran, bahan, dan harga. Kualitas produk suvenir antar satu model dengan model lain bisa berbeda cukup jauh.

2. Bika Ambon Zulaikha

Bika Ambon adalah buah tangan yang paling identik dengan Medan, meskipun namanya mengandung kata 'Ambon'. Kue ini memiliki tekstur berongga dan kenyal, dengan aroma fermentasi khas yang berasal dari campuran santan, telur, dan gula.

Daya tahan bika ambon pada suhu ruang umumnya sekitar tiga hingga empat hari, jadi cukup praktis untuk perjalanan singkat. Agar lebih awet, simpan dalam wadah tertutup di lemari pendingin. Untuk rasa, varian original adalah pilihan klasik, sementara pandan, keju, atau rasa lain bisa untuk pencinta kreasi modern.

3. Bolu Gulung Meranti

Bolu Gulung Meranti adalah salah satu nama yang langsung muncul saat membahas oleh-oleh populer Medan. Kue gulung dengan tekstur lembut ini hadir dalam berbagai isian, seperti keju, cokelat, mocha, dan durian. Rasanya yang lembut membuatnya cocok dinikmati bersama keluarga setelah perjalanan.

Bolu ini juga dikenal luas sebagai buah tangan Medan bersama bika ambon dan makanan khas lainnya.

4. AWI Coffee

Untuk buah tangan yang lebih awet dari kue basah, kopi adalah pilihan yang tepat. AWI Coffee menawarkan kopi Sidikalang yang berasal dari wilayah Dairi, Sumatera Utara. Kopi bubuk dengan kemasan rapat praktis untuk perjalanan jauh, sementara biji kopi bisa menjadi alternatif bagi penikmat kopi yang punya penggiling sendiri.

Selain kopi, sirup markisa juga kerap direkomendasikan sebagai buah tangan dari Medan.

5. Toko Nusantara

Toko Nusantara adalah solusi satu atap untuk membeli berbagai makanan khas. Di sini, wisatawan bisa menemukan kue, cokelat, teri Medan, bolu, dan camilan lainnya tanpa harus berpindah toko. Konsep ini menghemat waktu dan tenaga.

Kisaran harganya pun bervariasi, sehingga pembeli bisa menyesuaikan dengan anggaran.

Jegez Gallery bisa menjadi alternatif bagi pemburu oleh-oleh nonkuliner. Toko ini menjual pakaian, gantungan kunci, dan kain tradisional. Salah satu produk unggulannya adalah kain ulos, yang memiliki nilai budaya Batak yang kuat, bukan sekadar suvenir biasa.

Setiap corak dan warna ulos memiliki makna tersendiri dalam tradisi Batak, sehingga cocok sebagai buah tangan yang menyimpan cerita.

7. Medan Napoleon

Medan Napoleon adalah pilihan oleh-oleh modern yang pernah populer di Medan. Produknya memadukan kue dengan lapisan pastry dalam berbagai varian rasa. Jenis oleh-oleh ini cocok bagi yang ingin membawa makanan dengan tampilan lebih kekinian.

Namun, karena termasuk produk kue, cek tanggal produksi dan masa simpan sebelum membeli.

8. Toko Sirup Markisa Medan

Sirup markisa adalah produk dengan keterkaitan kuat dengan Sumatera Utara. Rasanya asam-manis dan menyegarkan. Pemerintah Kota Medan mencatatnya sebagai produk unggulan UMKM. Satu botol sirup dapat dinikmati bersama keluarga, jadi mudah dibagikan.

Pastikan kemasan tersegel baik dan terlindung selama di perjalanan.

9. Pusat Pasar Medan

Pusat Pasar adalah surga bagi pemburu oleh-oleh yang ingin merasakan suasana tradisional. Pasar yang mulai dibuka pada 1 Maret 1933 ini menjual makanan, pakaian, kain, dan banyak kebutuhan lainnya. Setelah beberapa kali mengalami kebakaran, bangunannya dibangun kembali, tetapi tetap menyimpan nuansa historis.

Karena suasana pasar tradisional, membandingkan harga antarkios adalah kunci untuk mendapatkan tawaran terbaik.

10. Durian House Medan

Bagi penggemar durian, Durian House adalah lokasi yang wajib dikunjungi. Toko ini menyediakan beragam olahan durian, seperti pancake durian, bolu durian, dan dodol durian. Namun, tidak semua produk durian punya daya tahan sama.

Produk berbahan segar sebaiknya dibeli menjelang keberangkatan dan disimpan sesuai petunjuk produsen.

11. Galeri Ulos Sianipar

Galeri Ulos Sianipar menyediakan kain ulos dan produk kerajinan budaya Batak. Ulos bukan sekadar kain bercorak tradisional, tetapi punya nilai lebih karena kaya akan makna. Bagi yang mencari buah tangan bernuansa budaya, produk tekstil ulos bisa jadi pilihan.

Pilih motif dan ukuran sesuai fungsi. Untuk cendera mata, ulos berukuran kecil lebih praktis dibawa.

12. Toko Teri Bajak

Teri Medan adalah makanan yang menarik untuk dibawa pulang, karena bisa diolah menjadi berbagai masakan. Saat membeli teri, perhatikan warna, aroma, kondisi kemasan, serta tanggal produksi. Kemasan kedap udara sangat disarankan untuk perjalanan agar aroma tidak menyebar ke barang lain.

Produk ikan teri ini termasuk salah satu komoditas yang berkembang di Medan.

13. Lemang Panas Jaya

Lemang adalah makanan berbahan ketan dan santan dengan rasa gurih, cocok dinikmati bersama berbagai pendamping. Karena termasuk makanan basah, waktu pembelian harus diperhitungkan dengan jadwal perjalanan. Indikasi terbaik adalah membelinya dekat dengan waktu konsumsi.

14. Pasar Ikan Lama

Pasar Ikan Lama adalah alternatif bagi pemburu kain, pakaian, dan produk tekstil. Kawasan ini tercatat dalam dokumen tata ruang Kota Medan sebagai kawasan perdagangan di Jalan Perniagaan. Berbelanja di sini butuh ketelitian untuk membandingkan harga dan kualitas, terutama jika membeli banyak barang.

15. Kualanamu International Airport

Bandara Kualanamu adalah pilihan terakhir bagi yang belum sempat membeli oleh-oleh di pusat kota. Di sini tersedia berbagai produk khas seperti kue, bika ambon, dan dodol. Keuntungannya, barang bisa dibeli menjelang keberangkatan sehingga tidak perlu dibawa sepanjang wisata.

Harga dan pilihan produk di bandara mungkin berbeda dengan di pusat kota, jadi periksa terlebih dahulu. Kantor Bea Cukai Kualanamu juga menyediakan informasi tentang aturan barang bawaan penumpang.

Tips Berburu Oleh-Oleh agar Tetap Hemat

Berburu oleh-oleh murah tidak selalu berarti membeli produk dengan harga terendah. Kualitas, ukuran, masa simpan, hingga biaya membawa barang perlu dihitung. Mulailah dengan membuat daftar penerima dan jumlah barang sebelum berbelanja agar tidak berlebihan.

Untuk perjalanan panjang, pilih produk yang mudah dibawa seperti kopi, sirup, atau camilan kemasan. Bandingkan harga di pasar tradisional dan toko khusus. Pasar tradisional menawarkan banyak pilihan, sementara toko khusus biasanya memberi kemasan yang lebih rapi untuk hadiah.

Jangan lupa cek tanggal produksi dan kedaluwarsa, terutama untuk makanan basah seperti bika ambon. Terakhir, sisakan ruang di dalam tas karena belanja spontan sering membuat bagasi penuh. Jika naik pesawat, perhatikan limit berat bagasi sejak awal.

Penutup

Medan menawarkan banyak pilihan buah tangan, dari makanan khas hingga kain tradisional, sehingga berbelanja oleh-oleh bisa disesuaikan dengan anggaran. Dengan memilih lokasi secara cermat dan membandingkan harga, belanja bisa lebih hemat dan praktis. Untuk pengalaman belanja yang lengkap, pusat oleh-oleh murah di Medan layak masuk agenda perjalanan.

Reporter: Redaksi
Back to top