SpaceX Dikabarkan Incar Akuisisi Cognition, CEO Bantah Startup AI Coding Itu Dijual

Penulis: Nofrizal Hasan  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:10:14 WIB
CEO Cognition, Scott Wu, membantah laporan Bloomberg mengenai rencana akuisisi perusahaannya oleh SpaceX.

BENGKULU — Laporan dari Bloomberg pada Rabu (19/8) menyebutkan adanya pembicaraan akuisisi antara SpaceX dan Cognition, pengembang agen coding AI bernama Devin. Namun, Scott Wu langsung merespons di platform X, menyatakan bahwa laporan tersebut tidak akurat dan kedua perusahaan tidak sedang melakukan pembicaraan.

Bantahan Langsung dari Pucuk Pimpinan

Pernyataan Wu menjadi sinyal kuat bahwa Cognition ingin tetap independen. "Perusahaan ini tidak untuk dijual," tulisnya, menolak secara tegas narasi yang beredar. Sikap ini kontras dengan langkah SpaceX yang baru saja mengakuisisi Cursor, pesaing langsung Cognition, dalam kesepakatan senilai USD 60 miliar pekan lalu.

Bloomberg melaporkan bahwa meskipun pembicaraan akuisisi sudah tidak aktif, kedua perusahaan masih berdiskusi soal potensi kerja sama. Salah satu opsi yang mengemuka adalah pemanfaatan kapasitas komputasi milik SpaceX oleh Cognition, sebuah skema yang juga ditawarkan SpaceX kepada pemain AI lain seperti Anthropic.

Nilai Strategis Cognition di Pasar AI Coding

Ketertarikan SpaceX pada Cognition bukan tanpa alasan. Devin, produk unggulan mereka, telah menarik basis pelanggan enterprise bergengsi seperti Mercedes-Benz, Citi, dan Goldman Sachs. Kepemilikan atas Cognition akan memberi SpaceX akses langsung ke segmen pasar tersebut, memperkuat lini bisnis AI coding yang dianggap sebagai salah satu cara paling efektif untuk memonetisasi teknologi.

Posisi Cognition sebagai salah satu startup AI coding independen terbesar yang tersisa menambah nilai strategisnya. Perusahaan baru saja mengumpulkan dana segar USD 1 miliar pada akhir Mei dengan valuasi pasca-pendanaan mencapai USD 25 miliar. Bloomberg juga menyebut Cognition tengah dalam pembicaraan awal untuk putaran pendanaan baru yang bisa mendongkrak valuasinya menjadi USD 40 miliar.

Ekspansi Agresif dan Budaya Kerja Intensif

Cognition menunjukkan ambisinya melalui akuisisi aset sisa dari pesaingnya, Windsurf, tahun lalu. Langkah ini diambil setelah Google DeepMind mengakuisisi CEO dan peneliti utama Windsurf dalam kesepakatan senilai USD 2,4 miliar. Pasca-penggabungan, Cognition memberlakukan budaya kerja "masa perang" dengan tuntutan jam kerja lebih dari 80 jam per minggu dan kehadiran enam hari di kantor.

Etos kerja ini sejalan dengan gaya manajemen Elon Musk yang dikenal ekstrem. Musk sendiri mengaku bisa bekerja hingga 120 jam per minggu dan kerap tidur di kantor atau lantai pabrik. Meski demikian, ambisi AI SpaceX masih menghadapi tantangan, termasuk kontroversi seputar chatbot Grok yang sempat membuat citra perusahaannya tercoreng di mata calon pelanggan enterprise.

Peta Persaingan AI yang Semakin Ketat

Langkah SpaceX mengakuisisi Cursor dan minatnya pada Cognition terjadi di tengah perlombaan sengit menguasai pasar AI enterprise. Pertumbuhan pesat Anthropic, yang didorong oleh produk coding Claude Code, menjadi bukti nyata potensi monetisasi di sektor ini. Untuk mengejar ketertinggalan, SpaceX baru saja merilis Grok 4.6 bersama Cursor, sebuah model yang diklaim unggul dalam benchmark coding dan tugas agen multi-langkah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SpaceX dan Cognition belum memberikan tanggapan resmi mengenai laporan Bloomberg tersebut.

Reporter: Nofrizal Hasan
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top