BENGKULU — Dua pelajar asal Provinsi Bengkulu kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Mereka adalah M. Aryo Wira Zandhyka Y dari SMAN 7 Kota Bengkulu dan Nadinee dari SMAN 2 Kota Bengkulu yang dipercaya menjadi anggota Paskibraka Nasional pada upacara peringatan detik-detik Proklamasi hingga penurunan bendera di Istana Negara.
Kepercayaan yang diberikan kepada keduanya ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bengkulu. Pasalnya, hampir setiap tahun perwakilan dari provinsi berjuluk Bumi Rafflesia ini selalu mampu menembus seleksi ketat untuk bertugas dalam rangkaian upacara kenegaraan paling sakral tersebut.
Dalam upacara pengibaran dan penurunan bendera yang berlangsung di Istana Merdeka, keduanya mengemban tugas yang berbeda. Aryo dipercaya menjadi pembentang bendera Sang Saka Merah Putih pada Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sementara itu, Nadinee mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian dari Pasukan Saf 4 Kiri dalam Upacara Penurunan Bendera Merah Putih. Kedua peran ini merupakan posisi strategis yang menjadi sorotan dalam setiap rangkaian upacara HUT RI.
Sultan B. Najamudin menyampaikan apresiasinya atas pencapaian Aryo dan Nadinee. Menurutnya, keikutsertaan keduanya tidak hanya mengharumkan nama Provinsi Bengkulu, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda daerah mampu bersaing di level nasional.
"Suatu kebanggaan dan haru bisa melihat putra-putri Bengkulu menjadi wakil dari kampung halaman menjalankan tugas di Istana," ujar Sultan dalam keterangannya.
Sultan mengaku belum sempat bertemu langsung dengan Aryo dan Nadinee. Hal tersebut lantaran jadwal keduanya masih padat mengikuti agenda Paskibraka bersama pelatih setelah pelaksanaan upacara usai.
"Saya berharap suatu saat nanti bisa bertemu dengan mereka berdua," katanya menambahkan.
Keterlibatan Aryo dan Nadinee dalam Paskibraka Nasional tahun ini melanjutkan tradisi positif pelajar Bengkulu. Sultan menilai hampir setiap tahun perwakilan dari provinsi ini selalu mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan tugas strategis dalam rangkaian upacara kenegaraan di Istana.
Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar lain di Bengkulu untuk terus mengasah kemampuan dan disiplin diri. Seleksi Paskibraka nasional sendiri dikenal sangat ketat, menilai tidak hanya fisik dan postur, tetapi juga akademik, mental, serta wawasan kebangsaan para kandidat.
Keberhasilan dua pelajar asal Kota Bengkulu ini pun menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya manusia di daerah tidak kalah dengan provinsi lain di Indonesia.