BENGKULU UTARA — Terobosan kepemimpinan di lingkungan Kemenag Bengkulu Utara diwujudkan melalui penunjukan Ida Fitriana sebagai Kepala KUA Hulu Palik. Keputusan ini tidak hanya mengukuhkan kapasitasnya sebagai aparatur sipil negara, tetapi juga membuka babak baru representasi perempuan di posisi strategis pelayanan umat.
Ida Fitriana resmi dilantik langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu di Aula Kanwil setempat. Sebelum menjabat, ia mengabdi sebagai Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan Arma Jaya.
Kebijakan ini memiliki landasan hukum yang jelas. Penataan organisasi dan tata kerja KUA merujuk pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 24 Tahun 2024, yang kemudian dipertegas secara teknis melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1644 Tahun 2025.
Kepala Kemenag Bengkulu Utara, Dr. H. Sipuan, S.Ag., MM, menyampaikan bahwa keputusan ini lahir dari kebutuhan mendesak akan pengisian jabatan di tengah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang ada.
Menurut H. Sipuan, penunjukan Ida Fitriana bukan semata soal gender. Ia menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap kompetensi, pengalaman, dan kapasitas yang dimiliki.
"Memang SDM kita terbatas, maka penunjukan Ida Fitriana menjadi momentum penting karena menghadirkan kepemimpinan perempuan pertama sebagai Kepala KUA di Provinsi Bengkulu," ujarnya.
Ia menambahkan, terobosan ini sejalan dengan semangat perluasan talenta di lingkungan Kemenag Bengkulu Utara. Kehadiran perempuan dalam kepemimpinan KUA dinilai mampu memperkaya perspektif dalam pelayanan kepada masyarakat.
Kiprah Ida Fitriana di dunia kepenyuluhan tidak diragukan. Pada tahun 2025 lalu, ia berhasil masuk dalam jajaran finalis Penyuluh Ward Nasional, sebuah ajang bergengsi tingkat nasional yang menyeleksi para penyuluh teladan dari seluruh Indonesia.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga dalam mengemban amanah barunya di KUA Hulu Palik. Tugasnya kini tidak hanya mengurus administrasi pernikahan, tetapi juga memperkuat layanan bimbingan masyarakat di kecamatan tersebut.
Dengan dilantiknya Ida Fitriana, publik menaruh harapan besar pada peningkatan kualitas layanan KUA di Bengkulu Utara. Langkah ini juga menjadi preseden bagi keterbukaan kesempatan yang sama bagi perempuan di lingkungan Kemenag Provinsi Bengkulu.