Pemkab Bengkulu Tengah Siap Perluas Lahan Bawang Putih, Wagub Tarmizi Pastikan Koordinasi dengan Petani Diperkuat

Penulis: Syahrul Karim  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:32:31 WIB
Wakil Bupati Bengkulu Tengah Tarmizi memimpin rapat koordinasi percepatan perluasan lahan bawang putih bersama Kapolda Bengkulu dan jajaran terkait.

BENGKULU TENGAH — Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah siap mengambil peran dalam pengembangan bawang putih menyusul arahan langsung dari Kapolda Bengkulu. Wakil Bupati Bengkulu Tengah Tarmizi menegaskan bahwa pihaknya akan membangun koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah provinsi, kepolisian, dinas teknis, hingga penyuluh pertanian dan kelompok tani.

“Bengkulu Tengah siap mendukung program percepatan swasembada bawang putih. Kami akan berupaya mengoptimalkan potensi yang ada serta memperkuat sinergi agar pengembangannya dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Tarmizi dalam rapat yang dipimpin langsung Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid tersebut.

Bengkulu Tengah Jadi Wilayah Baru Sentra Produksi

Sejauh ini, sejumlah kabupaten seperti Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong telah memulai kegiatan penanaman. Kapolda Bengkulu mendorong agar Bengkulu Tengah menyusul dengan memanfaatkan potensi pertanian yang dimiliki sebagai modal perluasan sentra produksi.

Menurut Tarmizi, keberhasilan budidaya bawang putih tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bibit dan lahan. Petani juga membutuhkan kepastian pendampingan, pupuk, sarana produksi, hingga akses terhadap hasil panen.

“Kami akan melihat potensi wilayah yang dapat dikembangkan sekaligus mendorong keterlibatan petani dalam program ini,” kata Tarmizi. Ia menambahkan, penguatan koordinasi menjadi langkah penting agar pengembangan komoditas tidak berjalan secara parsial.

Program Nasional di Bawah Komando Polri

Penanaman serentak bawang putih pada 19 Agustus 2026 merupakan bagian dari agenda nasional untuk meningkatkan produksi komoditas tersebut. Kegiatan itu dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dan dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Provinsi Bengkulu menjadi salah satu daerah yang ikut ambil bagian. Karena itu, pelaksanaan di daerah dinilai perlu mendapatkan pengawalan berkelanjutan, mulai dari kesiapan lahan hingga proses panen.

Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid menekankan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari luas lahan yang ditanami. Ketersediaan lahan produktif, pemeliharaan tanaman, pendampingan petani, serta dukungan sarana produksi menjadi bagian penting yang harus disiapkan.

“Kita ingin kegiatan ini memberikan hasil nyata dan mendukung percepatan swasembada bawang putih,” ujar Yudhi.

Sinergi Lintas Instansi untuk Dampak Ekonomi

Rapat tindak lanjut ini dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Wakapolda Bengkulu, kepala daerah dari Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, PT Pusri Cabang Bengkulu, BRMP Bengkulu, serta jajaran Dinas TPHP dan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu. Dari unsur kepolisian, hadir pula Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Totok Handoyo beserta kapolres dari tiga kabupaten lainnya.

Pengembangan bawang putih diharapkan memberi manfaat luas bagi sektor pertanian. Selain meningkatkan produksi lokal, program ini dapat membuka peluang usaha tani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pemkab Bengkulu Tengah akan menindaklanjuti peluang ini melalui pemetaan potensi dan penguatan pendampingan kepada petani. Dengan perencanaan yang matang, pengembangan bawang putih diharapkan mampu menghasilkan produksi konsisten dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: teropongpublik.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top