Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengucurkan dana sekitar Rp2,2 miliar untuk merevitalisasi SMP Negeri 19 Kota Bengkulu pascakebakaran yang menghanguskan enam ruang kelas pada Jumat, 24 Juli 2026. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, menyatakan anggaran tersebut tidak hanya untuk membangun ruang kelas, tetapi juga mencakup pengadaan meja, kursi, dan sarana-prasarana pendukung. Pembangunan delapan ruangan itu ditargetkan tuntas dalam 120 hari atau sekitar Desember 2026.
BENGKULU — Enam ruang kelas yang ludes dilalap api itu kini tengah dipersiapkan untuk dibangun kembali. Pemerintah Kota Bengkulu memastikan proses pembangunan akan dimulai dengan peletakan batu pertama pada awal September 2026.
Ilham mengatakan, anggaran revitalisasi itu merupakan hasil pengajuan yang telah diakomodasi pemerintah pusat melalui program revitalisasi. Pengelolaan dana dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah.
"Alhamdulillah, perhatian Pemerintah Pusat dengan dana revitalisasi diakomodasi," kata Ilham di Bengkulu, Rabu.
Dana Rp2,2 miliar yang dialokasikan tidak hanya digunakan untuk konstruksi fisik bangunan. Ilham merinci, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk pengadaan meja, kursi, serta sarana-prasarana pendukung lain yang dibutuhkan sekolah.
"Untuk delapan ruangan, kemarin kita terakhir komunikasi dengan kepala sekolah, termasuk juga dengan sarana-prasarana itu dialokasikan Rp2,2 miliar," ujarnya.
Proyek revitalisasi ini direncanakan melibatkan masyarakat lokal secara langsung. Komite sekolah dan orang tua atau wali murid SMP Negeri 19 turut berpartisipasi dalam pelaksanaan pembangunan dengan pola swakelola.
Menurut Ilham, keterlibatan masyarakat ini diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan. "Insya Allah, karena 120 hari adalah waktu yang diberikan. Tapi, mudah-mudahan karena melibatkan masyarakat lokal, nanti tidak lebih dari 120 hari sarana-prasarana sudah berdiri semuanya," kata Ilham.
Setelah sempat terdisrupsi akibat kebakaran, proses belajar mengajar di SMP Negeri 19 kini telah kembali berlangsung normal. Sebelumnya, para siswa terpaksa menjalani pembelajaran dengan sistem dua sesi, pagi dan sore, karena keterbatasan ruang kelas.
Pemulihan kegiatan belajar ini terbantu oleh hadirnya lima tenda kelas darurat yang disediakan melalui bantuan CSR Pertamina. Tenda-tenda tersebut dilengkapi dengan meja, kursi, papan tulis, serta blower sehingga siswa tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan lebih layak.
Dengan target penyelesaian pembangunan dalam 120 hari, ruang kelas darurat ini diperkirakan hanya akan digunakan hingga Desember 2026. Setelah itu, para siswa diharapkan dapat menempati ruang kelas baru yang permanen.