BENGKULU — Rahmat Erwin Abdullah meraih medali emas angkat besi nomor 75 kilogram putra Asian Games 2026 dengan total angkatan 366 kilogram. Lifter Indonesia itu unggul satu kilogram atas Weeraphon Wichuma dari Thailand yang harus puas dengan perak.
Kompetisi berlangsung di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, pada Sabtu. Rahmat membukukan snatch terbaik 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram untuk mengunci posisi teratas.
Persaingan di kelas ini berjalan ketat sejak sesi snatch. Rahmat harus menghadapi tekanan dari Ri Chong Song, lifter Korea Utara yang mencatatkan angkatan snatch terbaik 162 kilogram.
Rahmat mengawali perlombaan dengan angkatan 155 kilogram pada kesempatan pertama. Ia lalu mengeksekusi 158 kilogram di kesempatan kedua, sebelum menutup sesi snatch dengan 160 kilogram.
Ri Chong Song sempat mencuri perhatian lewat angkatan 162 kilogram pada kesempatan keduanya. Catatan itu menjadi angkatan snatch terbaik di kelas 75 kilogram putra.
Sesi clean and jerk menyajikan duel yang lebih panas. Ri membuka dengan 195 kilogram yang langsung tercatat sebagai Asian Games Record.
Weeraphon Wichuma tak mau kalah. Lifter Thailand itu mengangkat 200 kilogram dan menorehkan New World Record. Rekor itu tak bertahan lama karena Rahmat sukses mengangkat 201 kilogram.
Ri Chong Song gagal dua kali di beban 202 kilogram. Kegagalan itu mempersempit persaingan perebutan emas menjadi duel antara Rahmat dan Wichuma.
Wichuma tampil pada kesempatan terakhir dan berhasil mengangkat 205 kilogram. Total angkatannya menjadi 365 kilogram dan sempat menempatkannya di posisi teratas.
Rahmat kemudian turun pada kesempatan kedua dengan beban 206 kilogram. Angkatan itu berhasil dieksekusi dengan bersih, membukukan total 366 kilogram, sekaligus memastikan medali emas untuk Indonesia.
Selisih satu kilogram antara Rahmat dan Wichuma menjadi margin tertipis di kelas ini. Catatan clean and jerk 206 kilogram milik Rahmat juga menjadi penentu akhir perebutan medali emas.