Pakar Universitas Indonesia dari Fakultas Ilmu Keperawatan, Dr. Widyatuti, mengimbau masyarakat lebih bijak menyikapi gaya hidup minuman kekinian yang membahayakan kesehatan. Kombinasi tinggi gula, krimer olahan, pemanis tambahan, dan basis teh pekat dalam satu porsi artisan milk tea berpotensi memicu gangguan metabolisme serius. Indonesia saat ini berada di peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak.
DEPOK — Ketua Klaster Family and Community Empowerment FIK UI itu menyebut dampak negatifnya meliputi obesitas, resistensi insulin yang berujung pada diabetes melitus tipe 2, hingga gangguan sistem kardiovaskular. Peringatan tersebut disampaikannya di Depok.
Data International Diabetes Federation (IDF) dalam rilis atlas diabetes edisi ke-11 tahun 2024 mencatat 20,4 juta warga Indonesia hidup dengan diabetes. Indonesia duduk di posisi kelima di bawah Pakistan, Amerika Serikat, India, dan China.
Kementerian Kesehatan merekomendasikan batas konsumsi gula harian maksimal empat sendok makan atau setara 50 gram per orang per hari. Rekomendasi ini ditetapkan untuk menjaga stabilitas glukosa darah dan mencegah beban metabolik berlebih.
Satu porsi artisan milk tea di pasaran diperkirakan menyumbang 70 hingga 100 persen dari total batas gula harian tersebut. Artinya, satu gelas saja bisa membuat seseorang melampaui atau nyaris menghabiskan jatah gula seharian.
Selain tingginya kadar gula, asupan kafein dari basis teh pekat yang diminum berlebihan juga patut diwaspadai. Konsumsi kafein berlebih berisiko memicu gangguan kecemasan, palpitasi jantung, gangguan tidur, hingga masalah pencernaan.
Kelompok rentan seperti individu yang sensitif terhadap kafein, anak-anak, dan ibu hamil disebut lebih berisiko mengalami dampak tersebut.
"Dampak negatif tersebut meliputi obesitas, resistensi insulin yang berujung pada diabetes melitus tipe 2, hingga gangguan sistem kardiovaskular," kata Widyatuti.
Widyatuti menilai popularitas artisan milk tea sering membuat masyarakat terbuai oleh cita rasa, aroma khas, dan estetika visualnya. Istilah "artisan" kerap disalahartikan sebagai produk yang pasti alami atau jelas sehatnya.
"Popularitas artisan milk tea sering kali membuat masyarakat terbuai oleh cita rasa, aroma khas, dan estetika visualnya. Istilah 'artisan' kerap disalahartikan sebagai produk yang pasti alami atau jelas sehatnya. Oleh karena itu edukasi mengenai batas aman asupan gula dan kafein sangat krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam gaya hidup yang merusak metabolisme tubuh," ucapnya.
Sebagai langkah preventif di tingkat keluarga, Widyatuti membagikan sejumlah panduan edukatif. Masyarakat diimbau selalu memilih tingkat kemanisan terendah seperti less sugar 30 persen atau no sugar.
Panduan tersebut menyasar keluarga sebagai lini pertama pencegahan, mengingat konsumsi minuman manis kekinian kini menjadi bagian dari gaya hidup harian banyak warga.