Nuvacore Bidik Dana Ratusan Juta Dolar AS, Valuasi Rp45 Triliun

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 13:21:01 WIB
Nuvacore tengah menghimpun dana ratusan juta dolar AS dengan target valuasi USD2,5 miliar atau sekitar Rp45 triliun.

BENGKULU — Nuvacore, startup chip semikonduktor yang baru berusia sekitar enam bulan, tengah menghimpun dana ratusan juta dolar AS dengan target valuasi USD2,5 miliar atau sekitar Rp45 triliun. Perusahaan ini belum memiliki produk komersial, tetapi sudah menarik perhatian investor berkat kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan yang melonjak.

Nuvacore menyasar pendanaan tersebut untuk mengembangkan prosesor yang dirancang khusus memenuhi kebutuhan pusat data dan infrastruktur AI. Langkah perusahaan rintisan ini menandai taruhan besar pada segmen chip yang selama ini dikuasai pemain mapan seperti Nvidia dan AMD.

Dukungan datang dari Sequoia Capital, salah satu modal ventura paling berpengaruh di Silicon Valley. Kendati belum menjual satu pun produk, Nuvacore disebut telah menarik minat sejumlah investor yang ingin masuk lebih awal ke rantai pasok AI.

Didirikan Tiga Mantan Eksekutif Apple dan Qualcomm

Nuvacore didirikan oleh Gerard Williams, John Bruno, dan Ram Srinivasan. Williams bukan nama baru di industri chip. Ia sebelumnya bekerja di Apple dan mendirikan startup Nuvia, yang kemudian diakuisisi Qualcomm pada 2021.

Rekam jejak itu menjadi modal utama Nuvacore meyakinkan investor. Di industri semikonduktor, tim perancang sering kali lebih menentukan nilai awal sebuah startup ketimbang produk yang belum jadi.

Mengapa Valuasi Tinggi Meski Belum Punya Produk

Permintaan infrastruktur AI meledak dalam beberapa tahun terakhir. Pusat data membutuhkan prosesor yang lebih efisien untuk menjalankan model bahasa besar dan beban komputasi berat lainnya.

Kondisi itu membuka ruang bagi pendatang baru. Investor bersedia membayar premi tinggi untuk tim yang diyakini mampu menantang dominasi pemain lama di pasar chip AI.

Valuasi USD2,5 miliar untuk perusahaan yang baru berdiri sekitar enam bulan tergolong agresif. Namun pasar modal ventura global memang sedang menempatkan chip AI sebagai salah satu sektor paling panas.

Peta Persaingan Chip AI yang Makin Ketat

Nuvacore akan berhadapan dengan pemain yang jauh lebih besar. Nvidia masih menguasai pangsa pasar prosesor AI, sementara AMD dan Intel terus mengejar dengan lini produk masing-masing.

Di sisi lain, raksasa teknologi seperti Google, Amazon, dan Microsoft juga mengembangkan chip internal untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok luar. Artinya, ruang bagi pendatang baru tetap ada, tetapi tekanannya tidak ringan.

Bagi pelaku pasar Indonesia, perkembangan ini relevan sebagai indikator arah investasi global di sektor semikonduktor. Sentimen terhadap chip AI kerap menular ke saham teknologi di kawasan Asia, termasuk emiten yang terhubung ke rantai pasok data center.

Yang Perlu Dicermati Investor

Belum ada keterangan resmi soal siapa saja investor yang akan masuk dalam putaran pendanaan ini. Nuvacore juga belum mengungkap jadwal penutupan deal maupun target waktu peluncuran produk pertamanya.

Dua hal itu menjadi penentu apakah valuasi jumbo tersebut bertahan atau di

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top