SELUMA — Seorang pria lanjut usia di Kabupaten Seluma menjadi korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan modus menggasak motor saat pemilik sedang lengah. Peristiwa itu dialami Daharuniddin (62), warga Desa Talang Beringin, Kecamatan Seluma Utara, yang kehilangan sepeda motor Honda Fit X berpelat nomor BD 5000 AY.
Motor tersebut dibawa kabur pelaku saat diparkir di atas tebing areal perkebunan kelapa sawit di Kelurahan Lubuk Lintang, Kecamatan Seluma Kota. Lokasi kejadian disebut-sebut tidak jauh dari kompleks Rumah Dinas (Rumdin) pejabat Pemerintah Kabupaten Seluma.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, korban tengah memasak dan beristirahat di pondok kebun miliknya. Motor korban terparkir sekitar 30 meter dari pondok tempatnya beristirahat.
Sebelum aksi pencurian terjadi, Daharuniddin sempat melihat seorang pria tak dikenal berada di sekitar motornya. Namun, kecurigaan itu tidak dihiraukan karena mengira orang tersebut hanya melintas di area perkebunan.
Kelonggaran itu dimanfaatkan pelaku. Begitu korban mulai menyantap makanan, suara mesin motor langsung terdengar menyala. Pelaku diduga telah merusak lubang kunci setang sebelum membawa kabur kendaraan tersebut.
"Saya awalnya sudah curiga ada orang mendekati motor. Karena tanggung sedang masak mau makan, jadi tidak terlalu saya perhatikan. Tapi pas baru tiga suap makan, terdengar motor saya dibawa kabur," kata Daharuniddin.
Kendaraan yang raib bukan motor sembarangan. Sepeda motor tersebut merupakan kendaraan dinas yang dibeli korban secara sah melalui proses lelang di Universitas Bengkulu (UNIB). Selama ini, motor itu menjadi alat transportasi utama Daharuniddin untuk menunjang aktivitasnya di kebun.
Kehilangan motor tersebut tentu menjadi pukulan berat bagi korban yang sehari-hari menggantungkan mobilitasnya pada kendaraan itu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait langkah penanganan kasus pencurian tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus curanmor di wilayah Kabupaten Seluma. Warga yang pernah menjadi korban atau memiliki informasi terkait kejadian ini diimbau untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat guna mempercepat proses penyelidikan.