LEBONG — Proyek infrastruktur desa berupa pembangunan SPAL dan irigasi di Desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, dipastikan selesai seluruhnya. Hal ini terungkap dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar pada Jumat, 31 Juli 2026.
Hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan bersama pemerintah kecamatan menunjukkan progres pembangunan telah mencapai 100 persen. Proyek dengan anggaran Rp 66.210.000 ini membentang sepanjang 88 meter dan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2026.
Perwakilan Kecamatan Pinang Belapis, Reno Adedo, SE, yang hadir mewakili Sekcam bersama Reki Rekardo, ST, memberikan apresiasi atas selesainya pembangunan tersebut. Pihaknya berharap infrastruktur ini tidak hanya berfungsi sebagai drainase, tetapi juga mempermudah mobilitas harian masyarakat.
“Dengan terbangunnya SPAL dan irigasi ini, aliran air di permukiman warga diharapkan semakin lancar. Selain itu, jalan rabat beton di atasnya juga bisa dimanfaatkan untuk akses transportasi,” ujar Reno di sela-sela kegiatan monev.
Penjabat Sementara (PjS) Kepala Desa Sungai Lisai, Adeha Yani, S.Pd, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya proyek tepat waktu. Dia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan fisik harus diimbangi dengan partisipasi warga dalam menjaga fasilitas yang ada.
“Kami berharap pembangunan SPAL dan irigasi ini dapat bermanfaat untuk masyarakat. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan ini agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” kata Adeha Yani.
Kegiatan monev ini merupakan bentuk pengawasan bersama terhadap penggunaan dana desa. Hadir dalam kesempatan tersebut seluruh perangkat desa, Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinkamtibmas, Babinsa, serta pendamping desa Agus Julian Syah dan Ahmad Buhari.
Kehadiran tokoh masyarakat dan perwakilan kecamatan dalam peninjauan langsung ini memastikan kualitas pengerjaan sesuai dengan perencanaan awal. Dengan rampungnya proyek ini, diharapkan tidak ada lagi genangan air yang mengganggu aktivitas warga Desa Sungai Lisai, khususnya saat musim hujan tiba.