Pertamina EP Rantau Bor 5 Sumur Baru Usai Banjir, Produksi Pulih 1.700 Barel

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 08:20:32 WIB
Pekerja mempersiapkan pengeboran sumur minyak dan gas baru di Rantau Field, Aceh Tamiang.

BENGKULU — Pertamina EP Rantau Field mengebor lima sumur minyak dan gas baru di Aceh Tamiang setelah produksinya pulih ke level 1.700 barel per hari pascabencana banjir. Langkah pengeboran ini menopang target ketahanan energi nasional sekaligus menguji ketangguhan operasi perusahaan di tengah masa pemulihan.

Paragraf pembuka: Pemulihan itu ditempuh bertahap selama sekitar empat bulan hingga tiga sumur bor lebih dulu tuntas dan produksi kembali ke performa awal. Field Manager Pertamina EP Rantau, Tomi Wahyu Alimsyah, menyatakan perusahaan tidak menunggu pemulihan tuntas sebelum kembali mengebor.

"Kendati masih dalam situasi pemulihan pascabanjir, perusahaan melakukan pengeboran sumur untuk menemukan cadangan migas baru dan mempertahankan produksi migas. Tajak sumur baru ini sangat penting bagi penyediaan energi nasional," ujarnya.

Lima Sumur Baru dan Lokasinya

Dua sumur pertama, RNT DZ-51 dan RNT DZ-52, berada di Desa Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Keduanya dibor memakai Rig APS-752 berkapasitas 550 HP, dengan kedalaman akhir masing-masing 1.145 MMD dan 1.037 MMD.

Tiga sumur berikutnya, RNT DZ-11, RNT DZ-23A, dan RNT DZ-33, terletak di Desa Paya Meta, kecamatan yang sama. Sumur RNT DZ-11 dibor menggunakan Rig TMMJ-12 berkapasitas 550 HP sampai kedalaman 1.132 MMD, sementara dua sumur lainnya masih dalam proses pengeboran.

Mengapa Pengeboran Tetap Jalan Saat Pemulihan

Banjir Aceh Tamiang sempat mengganggu operasi Rantau Field, salah satu wilayah kerja Pertamina EP di Subholding Upstream Pertamina. Alih-alih menunda seluruh kegiatan, perusahaan memilih menuntaskan pemulihan secara bertahap sambil mengebor sumur baru.

Strategi itu menjaga produksi tetap di angka 1.700 barel per hari dan memberi ruang bagi penemuan cadangan baru. Bagi Pertamina, wilayah kerja Rantau berkontribusi pada pasokan minyak dan gas domestik yang terus dituntut naik seiring konsumsi dalam negeri.

Dampak ke Pasokan Energi Nasional

Pengeboran lima sumur ini menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan energi sekaligus mendalami potensi cadangan migas di Aceh Tamiang. Setiap barel yang dihasilkan dari wilayah itu mengurangi ketergantungan pada impor dan menambah penerimaan negara dari sektor hulu migas.

Bagi warga sekitar, aktivitas pengeboran membuka peluang kerja lokal dan belanja jasa penunjang di Karang Baru. Pertamina EP Rantau juga masih menuntaskan pemulihan fasilitas yang rusak akibat banjir agar operasi berjalan normal penuh.

Penutup: Keberhasilan menajak lima sumur di tengah pemulihan menunjukkan operasi hulu migas bisa berjalan meski infrastruktur belum sepenuhnya pulih. Hasil pengeboran ini akan menentukan apakah Rantau Field mampu mempertahankan produksi 1.700 barel per hari atau mendorongnya lebih tinggi pada periode berikutnya.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top