Bencoolen Fest 2026 Bengkulu Raup Rp 1,29 Miliar dalam 3 Hari, 20 Ribu Orang Datang

Penulis: Syahrul Karim  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 08:16:31 WIB
Pengunjung memadati area Bencoolen Fest 2026 di Bengkulu selama tiga hari penyelenggaraan.

BENGKULU — Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Bengkulu, Hendra Gunawan, menyampaikan penghargaan kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu sebagai penyelenggara Bencoolen Fest 2026. Menurut Hendra, festival itu tidak hanya menjadi ruang memperkenalkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga membuka peluang usaha dan memperluas pasar bagi pelaku UMKM.

Ia menilai kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas kreatif menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

"Pemprov Bengkulu berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan komunitas kreatif agar manfaat ekonominya semakin luas," ujar Hendra.

Transaksi Rp 1,29 Miliar Jadi Indikator Peluang Ekonomi

Angka transaksi Rp 1,29 miliar selama penyelenggaraan Bencoolen Fest 2026 menjadi salah satu indikator besarnya peluang ekonomi dari kegiatan yang mengintegrasikan sektor budaya, pariwisata, dan UMKM. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai sekitar 20 ribu orang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan Bencoolen Fest dirancang tidak sekadar sebagai hiburan bagi masyarakat. Festival ini juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu sekaligus mendorong aktivitas ekonomi warga.

Menurut Wahyu, potensi budaya Bengkulu tidak hanya terbatas pada batik Besurek, tetapi juga mencakup beragam karya seni dan kreativitas masyarakat lokal yang berpeluang dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Kekayaan tersebut tidak hanya terbatas pada batik, tetapi juga mencakup berbagai karya seni dan kreativitas masyarakat lokal," ujar Wahyu saat penutupan Bencoolen Fest 2026.

Voucher Belanja Dorong UMKM, Kopi Rp 10 Ribu per Gelas untuk Wakaf Produktif

Untuk mendorong aktivitas belanja, Bank Indonesia menyediakan voucher bagi pengunjung yang melakukan transaksi selama kegiatan. Skema tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan penjualan sekaligus memberi kesempatan lebih besar bagi UMKM memasarkan produk mereka.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, Bencoolen Fest 2026 turut menghadirkan program wakaf produktif melalui penjualan kopi seharga Rp 10 ribu per gelas. Wahyu menjelaskan, hasil penjualan kopi tersebut tidak menjadi penerimaan Bank Indonesia, melainkan disalurkan melalui program wakaf produktif untuk mendukung kegiatan pesantren.

"Salah satunya melalui penjualan kopi seharga Rp 10 ribu per gelas. Hasil penjualan kopi tersebut tidak menjadi penerimaan Bank Indonesia, tetapi disalurkan melalui program wakaf produktif untuk mendukung kegiatan pesantren," jelas Wahyu.

Program ini sekaligus memperkenalkan pemahaman kepada masyarakat bahwa wakaf tidak selalu harus berbentuk tanah atau bangunan. Wakaf juga dapat dilakukan melalui uang yang dikelola untuk mendukung kegiatan produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Modal bagi Agenda Festival Berikutnya

Keberhasilan Bencoolen Fest 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat pengembangan ekonomi kreatif di Bengkulu. Kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bengkulu dinilai berperan penting dalam memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.

Wahyu berharap Bencoolen Fest dapat terus berkembang menjadi agenda yang memperkuat identitas budaya Bengkulu sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Capaian transaksi Rp 1,29 miliar dan kunjungan sekitar 20 ribu orang menjadi modal penting bagi pengembangan festival serupa pada masa mendatang, sehingga kekayaan budaya Bengkulu tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: realitapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top