BENGKULU TENGAH — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produk domestik regional bruto (PDRB) harga konstan Kabupaten Bengkulu Tengah pada 2025 mencapai Rp3,41 triliun, naik dari Rp3,28 triliun pada tahun sebelumnya. Dari total 17 lapangan usaha utama, hanya satu sektor yang mengalami kontraksi, yaitu pertambangan dan penggalian yang turun 9,33 persen.
Lonjakan Sektor Akomodasi dan Makan Minum Capai Dua Digit
Penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi primadona dengan pertumbuhan 12,68 persen secara year-on-year (yoy). Angka ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi daerah yang hanya 4,01 persen.
Diikuti oleh sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh 11,17 persen, serta jasa lainnya yang mencatatkan kenaikan 11,05 persen. Sektor jasa keuangan dan asuransi juga tak kalah impresif dengan pertumbuhan 10,79 persen.
Empat Sektor Jasa Tumbuh di Atas 7 Persen
Informasi dan komunikasi tumbuh 9,82 persen, sementara industri pengolahan naik 9,73 persen. Sektor jasa perusahaan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, serta jasa pendidikan masing-masing tumbuh 7,92 persen, 7,79 persen, dan 7,33 persen.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan—yang biasanya menjadi tumpuan daerah—hanya tumbuh 6,52 persen. Real estat naik 5,94 persen, konstruksi 4,07 persen, dan perdagangan besar dan eceran tumbuh 3,73 persen.
Pengadaan Listrik dan Air Tumbuh Tipis, Administrasi Pemerintahan Melambat
Sektor pengadaan listrik dan gas hanya naik 3,7 persen, sedangkan administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib tumbuh 2,06 persen. Sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang menjadi yang paling rendah dengan pertumbuhan 0,47 persen.
Satu-satunya sektor yang terkontraksi adalah pertambangan dan penggalian, yang merosot 9,33 persen. Data ini menunjukkan pergeseran struktur ekonomi Bengkulu Tengah yang mulai bergantung pada sektor jasa dan akomodasi.