REJANG LEBONG — Ketua Dewas RSUD Rejang Lebong yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri, menyebut poin ini krusial untuk mengoptimalkan pelayanan bagi pasien peserta jaminan kesehatan.
"Yang kita bahas tadi salah satunya mengharapkan dan mengimbau supaya adanya penempatan petugas BPJS Kesehatan yang standby di rumah sakit 24 jam, supaya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik dan maksimal," kata Iwan di Rejang Lebong, Rabu.
Efisiensi Anggaran, Mutu Layanan Tak Boleh Turun
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Rejang Lebong, Nova Frisca Elianti, menegaskan komitmen rumah sakit untuk tetap menjadi rujukan regional bagi kawasan sekitarnya. Ia mengakui alokasi APBD tahun ini berkurang akibat efisiensi anggaran pemerintah pusat.
"Walaupun adanya efisiensi, saya menjamin mutu pelayanan tidak berkurang dan tetap maksimal. Kami siap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," ujar Nova.
Rapat evaluasi tersebut merupakan kewajiban berkala untuk mengawasi laporan keuangan dan kinerja operasional rumah sakit. Nova menyebut tata kelola anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan APBD Rejang Lebong sejauh ini berjalan baik.
RSUD Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan
Selain soal petugas BPJS, Dewas juga menyoroti kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di RSUD Rejang Lebong. Nova mengungkapkan rumah sakit masih membutuhkan tambahan perawat, tenaga laboratorium, dan apoteker.
Saat ini RSUD Rejang Lebong memiliki 430 orang pegawai, terdiri dari 261 PNS, 13 tenaga kontrak, dan 156 PPPK. Dari jumlah tersebut, 373 orang merupakan tenaga kesehatan, 46 orang non-kesehatan, 11 pejabat struktural, dan 20 dokter spesialis.
Pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bisa melakukan redistribusi tenaga medis dari puskesmas yang kelebihan petugas untuk dialihkan ke rumah sakit daerah itu.
Pemilihan Ketua Dewas Baru Juga Dibahas
Dalam rapat dewan pengawas pertama tersebut, Iwan Sumantri juga memberikan masukan kepada manajemen rumah sakit terkait persiapan pemilihan Ketua Dewas RSUD Rejang Lebong selanjutnya. Menurutnya, posisi itu perlu diisi oleh sosok yang lebih memahami kondisi operasional rumah sakit secara komprehensif.