BENGKULU — Proposal FAA ini memberi izin kepada operator roket dan satelit untuk mengabaikan setidaknya 14 undang-undang lingkungan federal, termasuk National Environmental Policy Act dan Noise Control Act. Langkah ini disebut sebagai cara mempercepat dominasi Amerika di sektor antariksa komersial yang tengah bergulir cepat. Publik masih bisa menyampaikan keberatan melalui kanal resmi FAA hingga Agustus mendatang.
Lonjakan Frekuensi Peluncuran yang Membebani Regulasi Lama
Regulasi yang ada saat ini dirancang ketika peluncuran roket masih menjadi peristiwa langka. Kini, aktivitas itu nyaris terjadi setiap dua hari sekali. SpaceX Falcon 9 saja mencatat 165 kali peluncuran sepanjang 2025, angka yang belum pernah terjadi sebelumnya dan diproyeksi terus bertambah seiring dorongan nilai saham serta kepentingan keamanan nasional.
Kondisi ini membuat FAA menilai kerangka hukum yang ada justru menjadi penghambat utama ekspansi antariksa. Alih-alih memperlambat laju inovasi, badan tersebut memilih untuk melonggarkan aturan perlindungan lingkungan demi mengejar ambisi komersial dan strategis.