BENGKULU — Kepala Satpol-PP Kota Bengkulu, Sahat Marilutua Situmorang, menegaskan institusinya tidak sekadar menindak pelajar yang melanggar aturan. Melalui program SGS, pihaknya membangun komunikasi langsung dan menghadirkan edukasi humanis di sekolah.
"Gunakan masa muda untuk belajar dan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Jangan sampai waktu dan kesempatan yang ada justru dihabiskan untuk kegiatan yang tidak bermanfaat," kata Sahat di Bengkulu, Selasa.
Dari Penindak Menjadi Sahabat Pelajar
Pendekatan dalam program SGS sengaja dirancang berbeda dari operasi penertiban biasa. Satpol-PP ingin menanamkan pemahaman bahwa aparat pemerintah adalah mitra yang siap membina dan melindungi siswa.
"Satpol PP Kota Bengkulu adalah sahabat pelajar. Kami hadir bukan hanya ketika ada pelanggaran, tetapi juga untuk memberikan edukasi dan mengajak para pelajar menjadi generasi yang baik," ujar dia.
Fokus Pembinaan: Disiplin hingga Bahaya Pergaulan Bebas
Dalam kunjungan ke sekolah, tim Satpol-PP menyampaikan materi kepatuhan terhadap aturan serta konsekuensi hukum dari aksi geng motor dan balap liar. Kebiasaan bolos sekolah juga menjadi sorotan utama pembinaan.
Program ini mengedepankan langkah preventif untuk menekan angka pelanggaran yang melibatkan pelajar. Dengan pendekatan yang dekat dengan dunia remaja, Satpol-PP Kota Bengkulu optimistis kesadaran hukum generasi muda terbangun sejak dini.