Pencarian

Harga Telur dan Ayam di Peternak Anjlok, Mendag Turun Tangan Respons Aksi Bagi-Bagi Gratis

Rabu, 12 Agustus 2026 • 21:32:01 WIB
Harga Telur dan Ayam di Peternak Anjlok, Mendag Turun Tangan Respons Aksi Bagi-Bagi Gratis
Peternak membagikan ayam dan telur secara gratis sebagai bentuk protes atas anjloknya harga di tingkat peternak di Bengkulu.

BENGKULU — Langkah sejumlah peternak membagikan ayam dan telur secara cuma-cuma akibat harga yang tak kunjung membaik kini mendapat respons langsung dari pemerintah. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan akan menelaah persoalan ini lebih jauh, terutama menyangkut disparitas harga yang terjadi antara tingkat peternak dan konsumen akhir.

Aksi bagi-bagi gratis tersebut merupakan puncak frustrasi peternak karena ongkos produksi yang tinggi tidak berbanding lurus dengan harga jual di lapangan. Dalam beberapa pekan terakhir, harga telur dan ayam di tingkat peternak jatuh drastis, sementara harga di pasar ritel tidak turun signifikan, menekan margin usaha para pelaku usaha kecil.

Akar Masalah: Rantai Distribusi dan Fluktuasi Pasokan

Budi Santoso mengindikasikan bahwa persoalan utama bukan hanya soal kelebihan pasokan, tetapi juga efisiensi jalur distribusi. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga di hilir agar peternak tidak terus menerus menanggung beban biaya pakan yang tinggi.

"Kami akan lihat dan pelajari, karena ini kan memang perlu penanganan yang komprehensif," ujar Budi Santoso menanggapi aksi tersebut. Pernyataan ini muncul di tengah desakan para peternak agar pemerintah segera mengintervensi pasar, salah satunya dengan menstabilkan harga pakan yang menjadi komponen biaya terbesar.

Dampak ke Peternak dan Ancaman Produksi

Kondisi ini memaksa sebagian peternak memilih mengurangi populasi ayam untuk menekan kerugian. Jika harga tidak segera pulih, dikhawatirkan produksi nasional akan terganggu dalam beberapa bulan ke depan, yang justru berpotensi memicu lonjakan harga saat permintaan meningkat.

Para pengamat menilai intervensi pemerintah tidak cukup hanya dengan operasi pasar. Perbaikan struktur biaya produksi dan pemangkasan rantai distribusi yang panjang menjadi kunci agar harga di tingkat peternak bisa kembali ke level ideal di atas biaya pokok produksi.

Kementerian Perdagangan diharapkan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Bulog untuk menyerap kelebihan pasokan, sekaligus memastikan harga pangan tetap terjangkau bagi konsumen tanpa mematikan usaha peternak di hulu.

Follow www.bengkulutime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks