KEPAHIANG — Nuansa kemerdekaan berpadu dengan kearifan lokal mewarnai peringatan HUT ke-81 RI di Desa Sidorejo, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Masyarakat setempat menggelar tradisi sedekah bumi yang dilanjutkan dengan pesta karnaval, sekaligus merayakan hari jadi Desa Sidorejo yang memasuki usia ke-13 tahun.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi warga, sedekah bumi adalah wujud syukur atas hasil panen sekaligus ruang berkumpul yang melekat dalam kehidupan sosial mereka.
Makna Ganda di Balik Perayaan HUT ke-81 RI
Edwar Samsi, anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari daerah pemilihan Kepahiang, menyebut kegiatan di Desa Sidorejo memiliki makna ganda. Selain menjadi momentum mengenang jasa para pahlawan, acara ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat.
“Jadi kita menghadiri acara sedekah bumi sekaligus melepaskan kegiatan karnaval di Desa Sidorejo, Kecamatan Kabawetan,” ujar Edwar Samsi.
Menurutnya, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengisi kemerdekaan lewat kegiatan positif. Nilai gotong royong yang tumbuh dalam tradisi lokal dinilai sejalan dengan semangat perjuangan para pahlawan.
Karnaval dan Kreativitas Generasi Muda Desa
Kemeriahan berlanjut melalui karnaval yang melibatkan warga dari berbagai kalangan. Beragam kreasi ditampilkan, mencerminkan semangat nasionalisme dan kekompakan masyarakat Desa Sidorejo.
Karnaval menjadi hiburan sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda. Lewat ajang ini, rasa cinta terhadap daerah dan bangsa dibangun dengan cara yang dekat dengan keseharian warga.
Usia Desa ke-13: Momentum Evaluasi Pembangunan
Perayaan hari jadi Desa Sidorejo yang ke-13 juga menjadi pengingat bagi warga untuk melihat kembali perjalanan desa. Edwar Samsi berharap bertambahnya usia desa tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas kehidupan warga.
“Kekompakan masyarakat merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan desa dan menjaga kehidupan sosial yang harmonis,” kata Edwar Samsi.
Rangkaian kegiatan yang menggabungkan peringatan kemerdekaan dengan tradisi sedekah bumi ini akhirnya menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan. Semangat HUT ke-81 RI diharapkan menjadi pengingat bahwa pembangunan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah desa.