BENGKULU — Kondisi pasar emas perhiasan di Bengkulu relatif tenang pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, 21 Agustus 2026. Berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan layanan Laku Emas, harga jual per gram untuk seluruh kadar karat tidak bergerak alias stabil.
Stabilitas ini terjadi di tengah sedikit fluktuasi di pasar global. Namun, pergerakan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengubah harga patokan di tingkat domestik.
Rincian Harga Emas Perhiasan per Gram di Bengkulu
Berikut daftar harga emas perhiasan per gram yang berlaku di Bengkulu pada Jumat (21/8/2026):
- Emas 24 karat: Rp 2.270.000
- Emas 23 karat: Rp 2.110.000
- Emas 22 karat: Rp 1.919.000
- Emas 21 karat: Rp 1.833.000
- Emas 20 karat: Rp 1.745.000
- Emas 19 karat: Rp 1.658.000
- Emas 18 karat: Rp 1.572.000
- Emas 17 karat: Rp 1.490.000
- Emas 16 karat: Rp 1.396.000
- Emas 15 karat: Rp 1.310.000
- Emas 14 karat: Rp 1.223.000
- Emas 13 karat: Rp 1.135.000
- Emas 12 karat: Rp 1.049.000
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Perhiasan
Pergerakan harga emas perhiasan di dalam negeri dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Permintaan dari industri perhiasan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara menjadi penentu utama.
Kebijakan suku bunga ini secara langsung mempengaruhi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Meski begitu, data pada pagi ini menunjukkan harga perhiasan cenderung stabil di berbagai kadar karat.
Biaya Pembuatan Bikin Harga di Toko Bisa Berbeda
Konsumen ritel perlu memperhatikan bahwa harga patokan per gram yang diumumkan perusahaan besar berbeda dengan harga di tingkat pengecer. Setiap toko perhiasan biasanya menambahkan biaya pembuatan (making fee) yang berbeda-beda, tergantung model dan tingkat kerumitan desain.
Oleh karena itu, membandingkan harga per gram dan biaya pembuatan antar toko menjadi langkah penting sebelum memutuskan membeli.
Tips Membeli Emas: Periksa Sertifikat dan Waktu yang Tepat
Analis pasar komoditas menyarankan calon pembeli untuk menentukan tujuan kepemilikan terlebih dahulu. "Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai meski jangka pendek menunjukkan stabilitas. Keputusan membeli sebaiknya disesuaikan tujuan — apakah untuk koleksi, konsumsi, atau investasi," kata analis pasar komoditas yang enggan disebutkan namanya.
Bagi pembeli yang ingin berinvestasi, memantau pergerakan kurs rupiah sangat dianjurkan. Membeli saat rupiah menguat terhadap dolar AS bisa memberikan harga yang lebih baik jika harga global ikut bergerak.
Pastikan juga untuk memeriksa sertifikat keaslian, terutama saat membeli perhiasan bermerek. Dengan kondisi pasar yang stabil saat ini, pembeli memiliki waktu untuk membandingkan harga dan memilih produk sesuai kebutuhan.