SELUMA — Angka kasus ISPA di Kabupaten Seluma terbilang tinggi sepanjang tahun ini. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat total 7.161 kasus telah ditangani hingga akhir Juli 2026, didominasi keluhan batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, hingga sesak napas ringan.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Seluma, Septy Erdita, menyebut perubahan cuaca dari panas ke hujan maupun sebaliknya dalam beberapa bulan terakhir menjadi biang keroknya. Kondisi ini membuat daya tahan tubuh masyarakat lebih mudah menurun.
Mengapa ISPA di Seluma Rentan Menjadi Pneumonia?
Septy menegaskan penanganan sejak dini sangat penting. Jika diabaikan, ISPA berisiko berkembang menjadi pneumonia atau infeksi paru yang lebih berat.
"Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah ispa berkembang menjadi pneumonia atau infeksi paru yang lebih berat," ujarnya di Bengkulu, Senin.
Kelompok rentan seperti balita, lanjut usia, dan penderita penyakit penyerta diminta paling waspada. Masyarakat diingatkan untuk tidak menganggap remeh gejala yang muncul, terutama jika batuk dan demam tidak membaik dalam beberapa hari.
Langkah Pencegahan yang Disarankan Dinkes Seluma
Untuk menekan laju penularan, Dinkes Seluma mendorong warga menerapkan PHBS secara konsisten. Beberapa langkah sederhana dinilai efektif melindungi diri dan orang sekitar.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan memperbanyak minum air putih.
- Beristirahat cukup agar daya tahan tubuh tetap optimal.
- Menggunakan masker saat mengalami batuk dan pilek untuk mencegah penularan.
Jika gejala seperti batuk, demam, atau sesak napas tidak kunjung membaik, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Kami ingatkan masyarakat tidak menganggap remeh gejala yang muncul, terutama pada balita, lanjut usia, dan penderita penyakit penyerta," kata dia.
Septy menambahkan, partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan menjadi kunci utama menekan angka kasus ISPA di Kabupaten Seluma ke depannya.